Deskripsi
Pada tahun 2023, Kota Pontianak mencatat 117 kasus demam berdarah dengan satu kasus yang berujung pada kematian. Angka ini menunjukkan bahwa demam berdarah masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di kota ini. Penanganan dan pencegahan yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi jumlah kasus dan mencegah terjadinya kematian. Kasus demam berdarah yang tinggi ini mencerminkan perlunya upaya intensif dalam mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor utama penyebaran penyakit ini. Kasus terbanyak terjadi pada bulan Juli, tepatnya pada minggu ke-30 tahun 2023. Puncak kasus ini menunjukkan adanya pola musiman yang perlu diwaspadai, terutama selama musim hujan ketika populasi nyamuk cenderung meningkat. Langkah-langkah preventif seperti fogging, penggunaan kelambu, dan pemberantasan sarang nyamuk harus ditingkatkan, khususnya pada periode kritis ini. Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting untuk mencegah penyebaran demam berdarah di Kota Pontianak.